Kompetisi Olimpiade Sains Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Edelweiss Institute tersebut berlangsung secara daring (online) pada 29–30 Juli 2025. Dua siswa yang berhasil meraih penghargaan adalah Muhammad Raffasya Alfarizqi, yang menempati peringkat 2 dengan medali perak, serta Azkiya Muqshita Aisyah Alzahsy, yang meraih peringkat 3 dengan medali perunggu. Keduanya juga tercatat berhasil lolos ke babak semifinal dalam ajang yang sama.
Capaian ini menambah catatan positif perjalanan akademik siswa MI QTA Al Fauzan. Dua medali yang diraih bukan hanya menjadi simbol keberhasilan dalam kompetisi, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam melatih ketekunan, kesiapan menghadapi tantangan, dan kepercayaan diri. Keikutsertaan dalam kompetisi nasional secara daring turut menunjukkan bahwa jarak bukanlah penghalang bagi siswa untuk memperluas pengalaman belajar dan menguji kemampuan.
Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan sekaligus perwakilan pengurus yayasan, Dr. Ny. Hj. Nur Ifadah, M.A., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian Muhammad Raffasya Alfarizqi dan Azkiya Muqshita Aisyah Alzahsy. Beliau berharap penghargaan tersebut dapat menjadi dorongan bagi keduanya untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus menjaga semangat dalam menuntut ilmu.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas prestasi yang diraih ananda Raffasya dan Aisyah. Semoga pencapaian ini semakin menumbuhkan kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan, menguatkan semangat untuk terus belajar, dan membuka kesempatan meraih prestasi-prestasi berikutnya. Yang terpenting, semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat dan selalu diiringi akhlak yang baik,” ungkap beliau.
Sementara itu, Kepala MI Quran Terpadu Al Fauzan, Dr. Dzaqi Hijrotin, M. Pd., memandang keberhasilan tersebut sebagai salah satu bentuk perkembangan positif siswa dalam bidang akademik. Menurutnya, pengalaman mengikuti olimpiade dapat membantu anak belajar menetapkan target, mempersiapkan diri, dan menghadapi persaingan dengan sikap sportif.
“Pencapaian Muhammad Raffasya Alfarizqi dan Azkiya Muqshita Aisyah Alzahsy patut kita apresiasi. Medali perak dan perunggu ini menjadi bukti bahwa anak-anak memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan melalui proses belajar yang konsisten. Kami berharap keberhasilan mereka tidak berhenti pada penghargaan ini, tetapi menjadi pemantik untuk semakin tekun belajar, berani mencoba tantangan baru, dan memberikan inspirasi bagi teman-temannya,” tutur beliau.
Bagi MI QTA Al Fauzan, prestasi siswa merupakan bagian dari proses pendidikan yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk bertumbuh sesuai potensi masing-masing. Pengembangan kemampuan akademik berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, sehingga siswa diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga sikap rendah hati, tanggung jawab, dan semangat berbagi manfaat.
Keberhasilan dalam EMMC 2025 ini menjadi satu lagi cerita tentang potensi anak-anak madrasah yang terus berkembang. Muhammad Raffasya Alfarizqi dan Azkiya Muqshita Aisyah Alzahsy telah menunjukkan bahwa setiap kesempatan belajar dapat menjadi jalan menuju pencapaian yang berarti. MI Quran Terpadu Al Fauzan berharap semakin banyak peserta didik yang berani mengeksplorasi kemampuan, mencintai ilmu pengetahuan, dan mengukir prestasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Qur’ani.
Dari layar kompetisi daring, lahir kebanggaan yang terasa hingga lingkungan madrasah. Semoga medali perak dan perunggu EMMC 2025 menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus melangkah, mengembangkan potensi terbaik, dan menjadikan ilmu sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik.